apresiasi lukisan Vincent Van Gogh The Starry Night
Pusaran
Langit yang Hidup
Langit dalam lukisan ini bukanlah
kegelapan yang pasif. Vincent melukisnya dengan sapuan kuas yang tebal dan
melingkar-lingkar (impasto), menciptakan efek turbulensi yang
seolah bergerak di depan mata kita. Sebelas bintang bercahaya bak bola api
kecil yang berpijar, sementara bulan sabit di sudut kanan atas bersinar dengan
warna emas yang sangat kuat, menyerupai matahari yang sedang bermimpi.
Di tengah langit, terdapat aliran
cahaya putih dan biru yang meliuk seperti naga atau galaksi yang terjatuh,
melambangkan emosi Vincent yang meluap-luap—campuran antara kekaguman spiritual
dan gejolak batin.
Pohon
Siprus: Si Jembatan Hitam
Di sisi kiri depan, menjulang sebuah
siluet gelap yang meliuk-liuk ke atas. Ini adalah pohon siprus. Dalam
tradisi saat itu, siprus sering dikaitkan dengan kematian dan duka. Namun, di
tangan Vincent, pohon ini tampak seperti api hitam yang mencoba menggapai
bintang. Ia menjadi jembatan visual antara bumi yang diam dan langit yang
bergejolak, seolah mengatakan bahwa kematian hanyalah perjalanan menuju
bintang-bintang.
Desa
yang Terlelap
Di bawah hiruk-pikuk langit
tersebut, terletak sebuah desa kecil yang tenang dan damai. Garis-garisnya
lurus dan kaku, sangat kontras dengan lengkungan dinamis di atasnya.
- Rumah-rumah kecil itu gelap, seolah penduduknya sedang
tertidur lelap, tidak menyadari keajaiban kosmis yang sedang terjadi di
atas kepala mereka.
- Menara gereja yang tinggi menjulang di tengah desa
merupakan satu-satunya elemen arsitektur yang mencoba menyapa langit,
mencerminkan latar belakang religius Vincent yang mendalam.
"Melihat bintang-bintang selalu
membuatku bermimpi," tulis Vincent dalam suratnya.

Komentar
Posting Komentar